Dua Arkeolog berpengalaman yang merupakan ayah dan anak, yaitu Holden (Denis O’Hare) dan Nora (Ashley Hinshaw) melakukan penelitian piramida di Mesir. Kala itu, Mesir sendiri pada dasarnya sedang dalam situasi krisis dikarenakan kudeta militer. Namun, mereka tetap melakukan penemuan dan penelitian mereka terhadap jenis Piramida baru yang disinyalir memiliki umur yang sangat tua.
Kedua Arkeolog itu dibantu oleh dua orang dari awak TV, yaitu
Fitzie (James Buckley) seorang kameramen dan Sunni (Christa-Marie
Nicola) seorang reporter. Mereka bertugas untuk merekam semua kegiatan
penelitian selama di sana. Selain itu, ada pula Zahir (Amir K) yang
tidak lain adalah ilmuwan lokal yang meminjam robot perekam dari NASA
khusus untuk penemuan piramida tersebut.
Seiring berjalannya waktu penelitian, akhirnya mereka berlima,
dibantu oleh para penggali lokal berhasil menemukan piramida tersebut.
Bentuk piramida ini sangat berbeda, karena hanya memiliki tiga sisi saja
dan ini yang pertama di bumi. Letaknya pun berada di tanah lapisan yang
cukup rendah di banding piramida kebanyakan. Mereka juga berhasil
menemukan pintu masuk untuk dapat menelusuri area dalam piramida
tersebut.
Sayangnya, ketika penemuan dan penelitian mereka sudah berjalan
sangat baik, pihak yang memberi modal penelitian tersebut memaksa mereka
untuk meninggalkan Mesir sesegera mungkin karena alasan keamanan dan
instabilitas politik. Tentara pun sudah dikirim untuk membawa mereka
keluar dari lokasi penelitian. Namun, mereka bersikeras untuk meminta
waktu selama dua jam untuk masuk ke piramida tersebut demi melakukan
pemeriksaan dan akhirnya diizinkan.
Mereka mengindahkan bahaya apa yang bisa saja terjadi kepada mereka. Terlebih piramida itu sudah sangat lama tak terjamah. Udara di dalam piramida pun sudah terkontaminasi oleh zat beracun. Itu membuat mereka harus menggunakan masker ketika masuk ke dalam. Awalnya, mereka memasukkan robot perekam terlebih dahulu ke piramida tersebut. Namun, hal tak biasa terjadi pada robot itu dan memaksa mereka untuk masuk memeriksanya.
Itulah beberapa peristiwa awal yang ada dalam film horor terbaru yang berjudul The Pyramid.
Film yang disutradarai oleh Grégory Levasseur ini bisa dibilang lebih
mengarah ke thriller ketimbang horor. Hal ini didasari pada fakta unsur
ketegangan yang mendominasi film ini ketimbang unsur seram di film
horor. The Pyramid lebih membawa Anda kepada hal-hal yang memberikan efek kejutan di setiap scenenya.
Bahkan, penampakan di film ini sedikit tidak tepat jika dibilang
hantu, melainkan menyerupai monster. Namun, hal itu tidak berarti
membuat film menjadi kurang seru, melainkan tetap bagus dan menegangkan
untuk dinikmati setiap menitnya. Sensasi ketegangan yang akan Anda
dapatkan di film ini juga sangat intens. Tepatnya ketika Holden, Nora,
Sunni, Fitzie, dan Zahir sudah masuk ke dalam piramida tersebut.
Cara pengambilan gambar lewat kamera yang berjalan juga menjadi nilai plus tersendiri untuk The Pyramid.
Anda seakan juga sedang ikut dalam ekspedisi masuk ke dalam piramida
tersebut dan menerka-nerka bakal menemukan apa di dalam sana. Dan itu
tentu memberikan ketegangan yang cukup maksimal. Belum lagi ditambah
dengan suara musik yang benar-benar memberikan Anda efek kejutan yang
tak teduga.
Untuk penampilan para pemain, tokoh Fitzie patut diapresiasi dalam
film ini. Ia memberikan unsur komedi yang sedikit bisa menurunkan
tingkat ketegangan. Meski sedikit, namun bisa membuat film ini menjadi
dinamis. Sementara tokoh Sunni, mungkin ia menggambarkan tokoh yang
memilki karakter menyebalkan untuk penonton kala melihat film horor atau
thriller. Ia sangat keras kepala, selalu menyalahkan orang lain, dan
paranoid, alias tidak bisa santai.
0 comments:
Post a Comment